Created (c) by Princexells Seyka (Princelling Saki)

Widget Update via Twitter

Twitter merupakan jejaring sosial yang menawarkan fitur microblog (posting pendek, kurang dari 200 karakter) yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim & membaca pesan (tweets). Pengguna dapat menulis pesan berdasarkan topik dengan menggunakan ‘hashtags’ (#). Sedangkan untuk menyebutkan atau membalas pesan dari pengguna lain bisa menggunakan tanda ‘at’ (@).

Sekarang, bagaimana cara memasang widget “update via twitter” dalam blog? Anda dapat melakukannya melalui dua cara, otomatis atau manual. Ketika Anda memilih “otomatis”, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengunjungi situs Twitter Resources & dibutuhkan beberapa kostumasi, agar widget yang Anda inginkan tampil maksimal dalam blog.

Apabila Anda memilih “manual”, maka terdapat beberapa langkah yang harus dipenuhi.

  • Download atau copypaste script blogger.js melalui situs resminya, yang tampak seperti di bawah ini:
    function twitterCallback2(c){var a=[];for(var d=0;d<c.length;d++){var e=c[d].user.screen_name;var b=c[d].text.replace(/((https?|s?ftp|ssh)\:\/\/[^"\s\<\>]*[^.,;'">\:\s\<\>\)\]\!])/g,function(f){return'<a href="'+f+'">'+f+"</a>"}).replace(/\B@([_a-z0-9]+)/ig,function(f){return f.charAt(0)+'<a href="http://twitter.com/'+f.substring(1)+'">'+f.substring(1)+"</a>"});a.push("<li><span>"+b+'</span> <a style="font-size:85%" href="http://twitter.com/'+e+"/statuses/"+c[d].id_str+'">'+relative_time(c[d].created_at)+"</a></li>")}document.getElementById("twitter_update_list").innerHTML=a.join("")}function relative_time(c){var b=c.split(" ");c=b[1]+" "+b[2]+", "+b[5]+" "+b[3];var a=Date.parse(c);var d=(arguments.length>1)?arguments[1]:new Date();var e=parseInt((d.getTime()-a)/1000);e=e+(d.getTimezoneOffset()*60);if(e<60){return"less than a minute ago"}else{if(e<120){return"about a minute ago"}else{if(e<(60*60)){return(parseInt(e/60)).toString()+" minutes ago"}else{if(e<(120*60)){return"about an hour ago"}else{if(e<(24*60*60)){return"about "+(parseInt(e/3600)).toString()+" hours ago"}else{if(e<(48*60*60)){return"1 day ago"}else{return(parseInt(e/86400)).toString()+" days ago"}}}}}}};
    Script di atas sudah dikompres melalui Yui Compressor. Anda pun bisa menambah & memodifikasi kode yang berwarna merah, contoh: <span> menjadi <span style="color:#333333; font-size:1em;"> dan sebagainya.

  • Simpan script tersebut dalam situs layanan penyimpanan file Anda, seperti: Google Code atau simpan dalam media penyimpanan Anda.

  • Twitter menyediakan beberapa script yang bisa kita manfaatkan menjadi widget, antara lain:
    User Timeline
    <script type="text/javascript" src="http://twitter.com/statuses/user_timeline/username.json?callback=twitterCallback2&amp;count=5"></script>
    Public Timeline
    <script type="text/javascript" src="http://twitter.com/statuses/public_timeline.json?callback=twitterCallback2&amp;count=5"></script>
    User Favorite
    <script type="text/javascript" src="http://twitter.com/favorites/username.json?callback=twitterCallback2&amp;count=5"></script>
    User Search
    <script type="text/javascript" src="http://search.twitter.com/search.json?tag=jython&from=username&rpp=5&callback=twitterCallback2"></script>
    Silakan ganti kode yang berwarna merah dengan username Anda.

  • Misalnya, Anda ingin memasang user timeline maka yang Anda lakukan adalah menambahkan kode berikut dalam “Add/tambah gadget” blogger:
    <div id="twitter_div">
    <ul id="twitter_update_list">
    </ul>
    <p>@<a href="###" title="Follow me">username</a> on Twitter</p>
    </div>
    <script type='text/javascript'>
    //<![CDATA[
    function twitterCallback2(c){var a=[];for(var d=0;d<c.length;d++){var e=c[d].user.screen_name;var b=c[d].text.replace(/((https?|s?ftp|ssh)\:\/\/[^"\s\<\>]*[^.,;'">\:\s\<\>\)\]\!])/g,function(f){return'<a href="'+f+'">'+f+"</a>"}).replace(/\B@([_a-z0-9]+)/ig,function(f){return f.charAt(0)+'<a href="http://twitter.com/'+f.substring(1)+'">'+f.substring(1)+"</a>"});a.push('<li><span>'+b+'</span> <a style="font-size:85%" href="http://twitter.com/'+e+"/statuses/"+c[d].id_str+'">'+relative_time(c[d].created_at)+"</a></li>")}document.getElementById("twitter_update_list").innerHTML=a.join("")}function relative_time(c){var b=c.split(" ");c=b[1]+" "+b[2]+", "+b[5]+" "+b[3];var a=Date.parse(c);var d=(arguments.length>1)?arguments[1]:new Date();var e=parseInt((d.getTime()-a)/1000);e=e+(d.getTimezoneOffset()*60);if(e<60){return"less than a minute ago"}else{if(e<120){return"about a minute ago"}else{if(e<(60*60)){return(parseInt(e/60)).toString()+" minutes ago"}else{if(e<(120*60)){return"about an hour ago"}else{if(e<(24*60*60)){return"about "+(parseInt(e/3600)).toString()+" hours ago"}else{if(e<(48*60*60)){return"1 day ago"}else{return(parseInt(e/86400)).toString()+" days ago"}}}}}}};
    //]]>
    </script>

    <script type="text/javascript" src="http://twitter.com/statuses/user_timeline/username.json?callback=twitterCallback2&amp;count=5"></script>
    atau
    <div id="twitter_div">
    <ul id="twitter_update_list">
    </ul>
    <p>@<a href="###" title="Follow me">username</a> on Twitter</p>
    </div>
    <script type="text/javascript" src="http://twitter.com/javascripts/blogger.js"></script>
    <script type="text/javascript" src="http://twitter.com/statuses/user_timeline/username.json?callback=twitterCallback2&amp;count=5"></script>
    Ganti kode yang berwarna merah dengan alamat twitter & username Anda.


  • Sekarang bandingkan widget timeline Anda tersebut dengan akun profil timeline Anda di Twitter

Update (30 Oktober 2012) — Kode Widget Twitter Update di atas mungkin tidak dapat digunakan lagi, pihak pengembang Twitter telah menyediakan widget tersebut pada Create and manage your widgets dalam akun tiap pengguna Twitter. Sebagai tambahan, setelah membuat widget tersebut diharapkan tidak menghapusnya. Oleh karena sangat dimungkinkan script yang digunakan juga tidak dapat menampilkan pembaharuan timeline melalui Twitter.

<a class="twitter-timeline" href="https://twitter.com/twitterapi" data-widget-id="YOUR-WIDGET-ID-HERE">Tweets by @twitterapi</a>
<script>!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0];if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src="//platform.twitter.com/widgets.js";fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs");</script>

Demo tampilan widget “timeline via twitter” dapat Anda lihat pada posting widget update.

@Optimasi_Blog on Twitter

Description: Widget Update via Twitter Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Widget Update via Twitter

Google Web Fonts

Font yang digunakan dalam blog ini berukuran 120% (setara dengan 1.2em) dan mengadopsi google web fonts yang berbasis keluarga ‘serif’ (font:120% 'Crimson Text', georgia, serif;). Sedangkan pada title blog digunakan google web fonts tangerine, masih termasuk juga ke dalam keluarga ‘serif’.

Dalam template blogspot, google web fonts otomatis dapat di load melalui Rancangan (Design)→“Perancang Template” (baca posting: Font untuk Template Blogger). Untuk dapat menggunakan fitur ini, template blog Anda harus memiliki elemen variable definitions, contoh:

   <Variable name="bodyfont" description="Body Text Font"
type="font" default="normal normal 80% Georgia, Serif" value="normal normal 80% Georgia, Serif">
<Variable name="outerfont" description="Outer Text Font"
type="font" default="normal normal 100% Georgia, Serif" value="normal normal 100% Georgia, Serif">

Bagaimana jika tanpa variable definitions?

Silakan kunjungi WebFont Loader di Google Font API (Application Programming Interface) untuk mengetahui keterangan selengkapnya. Selanjutnya, masukkan script berikut di atas </head>.

<script type="text/javascript">
WebFontConfig = {
google: { families: [ 'Tangerine', 'Cantarell' ] }
};
(function() {
var wf = document.createElement('script');
wf.src = ('https:' == document.location.protocol ? 'https' : 'http') +
'://ajax.googleapis.com/ajax/libs/webfont/1/webfont.js';
wf.type = 'text/javascript';
wf.async = 'true';
var s = document.getElementsByTagName('script')[0];
s.parentNode.insertBefore(wf, s);
})();
</script>

Ganti kode script yang berwarna merah dengan google web fonts yang Anda gunakan.

Kemudian tambahkan CSS (Cascading Style Sheet) seperti yang tampak di bawah ini, bermanfaat apabila koneksi sedang ‘lemot’. Letakkan di atas ]]></b:skin>.

      .wf-loading p {
font-family: serif;
}
.wf-inactive p {
font-family: serif;
}
.wf-active p {
font-family: 'Tangerine', serif;
}
.wf-loading p {
font-family: serif;
font-size: 16px;
}
.wf-inactive h1 {
font-family: serif;
font-size: 16px;
}
.wf-active h1 {
font-family: 'Cantarell', serif;
font-size: 16px;
}
  1. Ganti kode yang berwarna merah dengan google web fonts yang Anda gunakan.

  2. Jika script tidak aktif (koneksi ‘lemot’) maka akan ditampilkan font ‘serif’ dengan ukuran 16px.

Anda pun dapat mengganti nilai dari CSS tersebut, sesuai dengan keinginan Anda.

Description: Google Web Fonts Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Google Web Fonts

Dropdown Menu (Navigasi Horizontal) dengan CSS3

“Salam persahabatan”,

mungkin seperti itulah salam pembuka atau salam penutup dari sang empu tutorial ini. Anda mungkin kenal, bahkan mungkin juga telah menjadi salah satu sahabatnya dalam GFC.

Dropdown Menu CSS3

Gambar 1. Screenshot dropdown menu horizontal dengan CSS3.

Trik blogger ini mungkin agak berbeda dengan posting aslinya1 (sama caranya), karena menu horizontal di sini tidak menggunakan image & ditambahkan form pencarian — mempercantik search button dengan CSS3 oleh Rudy — di kanannya.

Letakkan kode CSS3 berikut di atas ]></b:skin>.

/*-- NAV --*/
nav {
width:100%;
background:#585858;
font:14px Sans-Serif;
letter-spacing:0.03em;
position:relatif;
overflow:hidden;
border-radius: 2em;
-webkit-border-radius: 2em;
-moz-border-radius: 2em;
-webkit-box-shadow: 0 2px 4px rgba(0,0,0, .4);
-moz-box-shadow: 0 2px 4px rgba(0,0,0, .4);
}
/* main level */
#menu-nav{
width:500px;
float:left;
margin:0;
padding: 7px 6px 0;
position:absolute;
}
#menu-nav li {
line-height:1.5em;
float:left;
list-style:none;
margin:0 auto;
padding:0 5px 8px;
position:relatif;
}
#menu-nav a, #menu-nav a:visited {
color:#e7e5e5;
text-decoration:none;
padding: 3px 16px;
border:solid 1px transparent;
display:block;
margin: 0;
-webkit-border-radius: 1.6em;
-moz-border-radius: 1.6em;
text-shadow: 0 1px 1px rgba(0,0,0, .3);
}
#nav a:hover {
background: #000;
color: #fff;
}
/* main level link hover */
#menu-nav a.current, #menu-nav li:hover > a {
background:#E6E6E6;
color:#444444;
text-decoration:none;
border:outset 1px #f2f2f2;
-webkit-box-shadow: 0 1px 1px #585858;
-moz-box-shadow: 0 1px 1px #585858;
box-shadow: 0 1px 1px #585858;
text-shadow: 0 1px 0 rgba(255,255,255, 1);
}
/* sub levels link hover */
#menu-nav ul li:hover a, #menu-nav li:hover li a {
color:#666666;
background:none;
border:none;
-webkit-box-shadow: none;
-moz-box-shadow: none;
}
#menu-nav ul a:hover {
background: #0078ff !important;
color: #fafafa !important;
-webkit-border-radius: 0;
-moz-border-radius: 0;
text-shadow: 0 1px 0 #dddddd;
}
/* dropdown */
#menu-nav li:hover > ul {
display: block;
z-index:1;
}
/* level 2 list */
#menu-nav ul {
display: none;
margin: 0;
padding: 0;
width: 180px;
position: absolute;
top: 40px;
left:auto;
background:#f2f2f2;
border: solid 1px #b4b4b4;
-webkit-border-radius: 10px;
-moz-border-radius: 10px;
border-radius: 10px;
-webkit-box-shadow: 0 1px 3px rgba(0,0,0, .3);
-moz-box-shadow: 0 1px 3px rgba(0,0,0, .3);
box-shadow: 0 1px 3px rgba(0,0,0, .3);
}
#menu-nav ul li {
float: none;
margin: 0;
padding: 0;
}
#menu-nav ul a {
text-shadow: 0 1px 0 #fafafa;
}
/* level 3+ list */
#menu-nav ul ul {
left: 90px;
top: auto;
position: absolute;
}
/* rounded corners of first and last link */
#menu-nav ul li:first-child > a {
-webkit-border-top-left-radius: 9px;
-moz-border-radius-topleft: 9px;
-webkit-border-top-right-radius: 9px;
-moz-border-radius-topright: 9px;
}
#menu-nav ul li:last-child > a {
-webkit-border-bottom-left-radius: 9px;
-moz-border-radius-bottomleft: 9px;
-webkit-border-bottom-right-radius: 9px;
-moz-border-radius-bottomright: 9px;
}
/* clearfix */
#menu-nav:after {
content: ".";
display: block;
clear: both;
visibility: hidden;
line-height: 0;
height: 0;
}
#menu-nav {
display: inline-block;
}
html[xmlns] #menu-nav {
display: block;
}
* html #menu-nav {
height: 1%;
}

/*-- SEARCH --*/
#search {
width: 240px;
float: right;
margin: 0;
padding: 3px 8px; }

.searchform {
display: inline-block;
zoom: 1; /* ie7 hack for display:inline-block */
*display: inline;
border: solid 1px #5e6366;
padding: 3px 5px;
-webkit-border-radius: 2em;
-moz-border-radius: 2em;
border-radius: 2em;
-webkit-box-shadow: 0 1px 0px rgba(0,0,0,.1);
-moz-box-shadow: 0 1px 0px rgba(0,0,0,.1);
box-shadow: 0 1px 0px rgba(0,0,0,.1);
background: #71787b;
background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#fff), to(#ededed));
background: -moz-linear-gradient(top, #fff, #ededed);
filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#ffffff', endColorstr='#ededed'); /* ie7 */
-ms-filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#ffffff', endColorstr='#ededed'); /* ie8 */
}

.searchform input {
font: normal 12px/100% Arial, Helvetica, sans-serif;
}

.searchform .searchfield {
background: #d5d5d5;
padding: 6px 6px 6px 8px;
width: 180px;
border: solid 1px #bcbbbb;
outline: none;
-webkit-border-radius: 2em;
-moz-border-radius: 2em;
border-radius: 2em;
-moz-box-shadow: inset 0 1px 2px rgba(0,0,0,.2);
-webkit-box-shadow: inset 0 1px 2px rgba(0,0,0,.2);
box-shadow: inset 0 1px 2px rgba(0,0,0,.2);
}

.searchform .searchbutton {
color: #fff;
border: solid 1px #494949;
font-size: 11px;
height: 27px;
width: 27px;
text-shadow: 0 1px 1px rgba(0,0,0,.6);
-webkit-border-radius: 2em;
-moz-border-radius: 2em;
border-radius: 2em;
background: #555;
background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#9e9e9e), to(#454545));
background: -moz-linear-gradient(top, #9e9e9e, #454545);
filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#9e9e9e', endColorstr='#454545'); /* ie7 */
-ms-filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient(startColorstr='#9e9e9e', endColorstr='#454545'); /* ie8 */
}

Sesuaikan kode yang berwarna merah (width) dengan lebar blog Anda. Kemudian silakan mengganti kode - kode yang berhubungan dengan pewarnaan, baik menggunakan hex triplet (ex: #ff0000), color name (ex: red), RGB {ex: rgb(255, 0, 0)}, atau RGBA {ex: rgba(255, 0, 0, 0.5)}.

Kemudian letakkan kode HTML seperti yang tampak di bawah ini, di sekitar elemen header blog Anda (bisa di atas, di dalam, maupun di bawah elemen header tersebut).

<nav>
<ul id='menu-nav'>
<b:if cond='data:blog.url != "#"'>
<li><a href='#' title='Beranda'>Home</a></li>
<b:else/>
<li><a class='current' href='#' title='Anda sekarang berada di halaman Beranda'>Home</a></li>
</b:if>
<b:if cond='data:blog.url != "#"'>
<li><a href='#' title='Tentang Penulis'>About</a></li>
<b:else/>
<li><a class='current' href='#' title='Anda sekarang berada di halaman Tentang Penulis'>About</a></li>
</b:if>
<li><a href='#'>Untuk Percobaan</a>
<ul>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
<li><a href='#'>kosong</a>
<ul>
<li><a href='#'>kosong</a>
<ul>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
</ul>
</li>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
<li><a href='#'>kosong</a>
<ul>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
<li><a href='#'>kosong</a></li>
</ul>
</li>
<b:if cond='data:blog.url != "#"'>
<li><a href='#' title='Daftar Isi'>Sitemap</a></li>
<b:else/>
<li><a class='current' href='#' title='Anda sekarang berada di halaman Daftar Isi'>Sitemap</a></li>
</b:if>
</ul>

<div id='search'>
<form action='/search' class='searchform' method='get'>
<input class='searchfield' id='q' name='q' type='text' value=''/>
<input class='searchbutton' type='submit' value='Go'/>
</form>
</div>

</nav>

Ganti kode yang diberi tanda ‘kres’ (#) dengan alamat tautan yang Anda tuju (ex: http://optimasi-blog.blogspot.com/2005/05/about-optimasi-blog.html).

Mau lihat tampilannya, klik di sini.

Demo Optimasi Blog


1. Prayitno, Hendro. “Blogger admin” blogspot. CSS3 Tutorial: “Membuat dropdown menu menggunakan css3 dan html5 | simple-35 blogger template(part2)”. April 7, 2011

Description: Dropdown Menu (Navigasi Horizontal) dengan CSS3 Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Dropdown Menu (Navigasi Horizontal) dengan CSS3

Komentar atau No Comment

Komentar umumnya merupakan pernyataan lisan atau tertulis sering berkaitan dengan sebuah informasi, atau pengamatan atau pernyataan (Wikipedia). Sedangkan komentar dalam blog (menurut saya) merupakan kalimat tertulis untuk memberikan pendapat, masukan, dan/atau kritik terhadap suatu tema posting yang diterbitkan oleh penulis posting dalam form komentar.

Setidak - tidaknya sebuah komentar seharusnya memberikan nilai tambah terhadap suatu tema yang dibicarakan & bagi pembaca lainnya.

I was very encourage to find this site. I wanted you for this special read. I definitely savored every little bit of it and i have you bookmarked to check out new stuff you post. Don't forget to visit site on the new topic

(link1 | link2 | link3,…).

Nice post.

Saya tertarik sekali dengan tema posting Anda. Tidak jarang narablog memberikan komentar yang hanya…(dan seterusnya).

(link blog/posting komentator)

Saya tidak setuju dengan pendapat Anda yang menyatakan bahwa…(dan seterusnya). Menurut saya…(dan seterusnya).

Saya tertarik sekali dengan tema posting Anda. Tidak jarang narablog memberikan komentar yang hanya…(dan seterusnya). Namun sepengetahuan saya, tema ini bertolak - belakang dengan artikel yang terdapat dalam blog (link artikel)…

Mungkin seperti di atas itulah — atau sejenisnya — yang biasa ditulis oleh komentator dalam suatu blog.

  • Merah terdeteksi komentar spam.

  • Kuning terdeteksi komentar ½ spam, tapi tetap masih ada spam - nya. :)

  • Hijau terdeteksi komentar blog yang sebenarnya.

No Comment

Lebih baik kita menjadi pembaca yang baik daripada mengisi form komentar dengan sesuatu yang tidak berguna & membuang-buang waktu percuma.

Menurut Anda…?

Description: Komentar atau No Comment Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Komentar atau No Comment

Membuat Menu Navigasi Image

Navigasi merupakan penentuan posisi & arah tujuan, baik di medan sebenarnya atau di peta (Wikipedia). Dalam blog, kita bersama mengenal istilah sitemap yang mungkin dapat kita hubungkan dengan peta. Navigasi dalam blog bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung menemukan tujuan konten yang ingin ia cari (baca:red).

Berbagai jenis menu navigasi dapat Anda sematkan dalam blog, seperti: navigasi horizontal, vertikal, dan sebagainya. Termasuk menu navigasi dengan image (gambar) yang akan kita review sekarang ini. Bagaimana bentuk dari navigasi yang saya maksud, silakan klik link ini blog versi demo. Coba perhatikan kumpulan gambar di sebelah kanan blog demo tersebut! Navigasi image akan terus bergeser mengikuti arah scroll mouse ke atas dan ke bawah (fixed).

1. Letakkan kode CSS berikut di atas ]]></b:skin>.

/*-- NAV IMAGE --*/
#nav-image {
right:4%;
position:fixed;
top:33%;
padding:0 6px;
overflow:hidden;
}

.linkopacity img {
filter:alpha(opacity=25);
-moz-opacity:0.3;
opacity:0.3;
border:0;
}

.linkopacity:hover img {
filter:alpha(opacity=100);
-moz-opacity:1.0;
opacity:1.0;
border:0;
}

.to-home, .table-of-content, .back-to-top, .to-subscribe, .to-comment, .back-to-down {border:0; margin:1em 0;}

Catatan:

  • Kode yang berwarna merah dapat Anda rubah, sesuai dengan karakter blog Anda.

  • Jika Anda ingin meletakkannya di sebelah kiri, ganti right:4%; menjadi left:4%;.

  • Semakin kecil nilai opacity atau -moz-opacity (warna hijau) — nilainya berkisar antara 0 – 1 —  maka image semakin blur (baca:kabur).

2. Letakkan — atau tidak — jQuery berikut di atas </head>.

<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.2.6/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
$(document).ready(function(){$("a[href*=#content], a[href*=#comments-block], a[href*=#footer-content]").click(function(){if(location.pathname.replace(/^\//,"")==this.pathname.replace(/^\//,"")&&location.hostname==this.hostname){var a=$(this.hash);a=a.length&&a||$("[name="+this.hash.slice(1)+"]");if(a.length){var b=a.offset().top;$("html,body").animate({scrollTop:b},1000);return false}}})});
//]]>
</script>

JQuery di atas hanya akan menampilkan scrolling yang lembut, ketika link dalam image kita klik. Kemudian untuk kode jQuery yang berwarna merah merupakan link - link tujuan dari navigasi image. Attention! Mungkin template yang satu berbeda dengan lainnya, dimungkinkan pula untuk merubah kode yang berwarna merah (#content, #comments-block, #footer-content).

3. Letakkan kode HTML berikut di atas </body>.

<figure id='nav-image'>
<div class='to-home'>
<a class='linkopacity' href='isi dengan alamat blog Anda…' title='Halaman Utama'><img alt='Home' height='30' src='https://lh6.googleusercontent.com/_sl-hvfgWCfI/TXaFG5_UosI/AAAAAAAAABU/tEReYbtwo4w/home.png' width='30'/></a>
</div>
<div class='table-of-content'>
<a class='linkopacity' href='isi dengan alamat blog Anda…/search?max-results=200' rel='nofollow' title='Daftar Isi'><img alt='Content' height='30' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIViXXTs_lrUiD4NM_2l8YaeANuNh5XuGbbX6w9C1nsrQspJzYCKte36vMCd3g1eyS5jiPlQJUX4-76dJGZbw-n9TZj4XBr5YIvfDo2qw8fOgXP0pyZxyRSomfDq37_LEinH09_cCcqSo/s800/arsip.png' width='30'/></a>
</div>
<div class='back-to-top'>
<a class='linkopacity' href='#content' title='Ke Atas'><img alt='Up' height='30' src='https://lh4.googleusercontent.com/_sl-hvfgWCfI/TXaFHPH5nuI/AAAAAAAAABY/UtBQNUtekmA/arrow-up.png' width='30'/></a>
</div>
<b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
<div class='to-comment'>
<a class='linkopacity' href='#comments-block' title='Komentar'><img alt='Comment' height='30' src='https://lh3.googleusercontent.com/_sl-hvfgWCfI/TXaFHgfaC9I/AAAAAAAAABg/0FmVG-_r7p4/comment.png' width='30'/></a>
</div></b:if>
<b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>

<div class='to-subscribe'>
<a class='linkopacity' href='isi dengan alamat RSS blog Anda…' title='Langgan RSS'><img alt='Langgan RSS' height='30' src='https://lh5.googleusercontent.com/_sl-hvfgWCfI/TXaX0fGJIPI/AAAAAAAAABw/aZqTbkdIeQI/RSS.png' width='30'/></a>
</div></b:if>
<div class='back-to-down'>
<a class='linkopacity' href='#footer-content' title='Ke Bawah'><img alt='Down' height='30' src='https://lh4.googleusercontent.com/_sl-hvfgWCfI/TXaFHSoQCxI/AAAAAAAAABc/evR8CjwFCFQ/arrow-down.png' width='30'/></a>
</div>
</figure>

Catatan :

  • Perhatikan kode yang berwarna merah (HTML = JQuery )!

  • Silakan rubah — atau tidak  — alamat image (warna hijau) sesuai dengan alamat penyimpanan image Anda.

  • Sesuaikan height & width dengan besar - kecilnya gambar yang Anda inginkan.

  • Kode yang berwarna biru silakan buka kembali posting tentang “optimasi tampilan widget”.

  • Jangan dilupakan! Bagi blog yang menggunakan image sebagai media bacanya, sebaiknya selalu menambahkan atribut alt='…' dan title='…'.

Demo Navigasi Image

Semoga bermanfaat trik membuat menu navigasi image ini.

Description: Membuat Menu Navigasi Image Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Membuat Menu Navigasi Image

Informasi Update Posting Terdahulu (1)

Tidak sedikit posting di blog ini yang seharusnya di update. Apalagi kalau posting tersebut berkaitan dengan ‘widget’ atau ‘gadget’. Selanjutnya, secara berkala Optimasi Blog akan berusaha rutin melakukan update terhadap “posting-posting terdahulu”, yang ditengarai mendapat banyak keluhan dari Narablog. Selain itu, kami juga mengupayakan blog demo versi dari setiap posting yang berkaitan dengan trik blogger.

Berikut ini merupakan beberapa update posting terdahulu yang mungkin — sedikit banyak — menimbulkan rasa kecewa di hati teman - teman sekalian, karena gagal diaplikasikan pada blognya masing - masing.

1. Memasang Emoticon dalam Komentar

“Emoticon” tidak muncul dalam komentar, walaupun telah dipasang sesuai dengan step by step dalam posting Optimasi Blog. Atau bisa pula, emoticon hanya muncul jika yang berkomentar adalah pemilik blog (blog-owner : beda tampilan komentar pemilik blog).

2. Trik Membuat Cloud Label

Hal tersebut dikarenakan pemindahan file - file javascript & animasi flash oleh pembuatnya. Sekarang, widget ‘Blogumus’ tersebut sudah dapat dimanfaatkan. Detailnya, silakan klik link point 2 (link sumber sudah termasuk didalamnya).

3. Mengatur Tata Letak “Link to This Post”

Setelah diaplikasikan, ternyata menimbulkan permasalahan baru dalam penyampaian komentar. Permasalahan tersebut adalah ketinggian form komentar tidak memenuhi syarat bagi blog-blog yang memanfaatkan fasilitas “verifikasi”.

Kemudian ada beberapa posting yang tidak direkomendasikan untuk di-ikuti, antara lain:

Demikian beberapa informasi tentang update pertama dari kami. Kritik & saran sangat kami harapkan, agar terjalin hubungan timbal – balik yang positif, baik itu konten dengan Anda; Anda dengan kami; dan kami dengan konten.

Description: Informasi Update Posting Terdahulu (1) Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Informasi Update Posting Terdahulu (1)

Sentuhan Magis dalam Blog

J

Jangan biarkan tulisan hanya di - intimidasi oleh atribut emosi & ambisi yang berkesan mewah serta modern. Tapi beri ia pijakan yang kuat agar mampu bertahan! Dan biarlah pijakan tersebut bekerja dengan magicnya.

BELAJAR

Saya masih belajar dan tulisan inipun saya dapat dari belajar. Kita semua sama-sama belajar_dalam hal apapun_agar tahu tentang sesuatu. So, tidak perlu ada sebutan "lebih pintar".

"Kita tidak akan tahu 'garam itu asin', jika kita tidak mencobanya."

Saya dan Anda adalah sama. Saya belajar kepada Anda, karena Anda tahu lebih dulu. Sebaliknya, jika saya lebih dulu tahu, mungkin Anda akan belajar kepada saya. Yah, hanya sekedar 'puzzle' kata-kata_sudah 30'15" memikirkannya_yang tidak berarti apa-apa...

Belajar

Saya masih belajar & tulisan inipun saya dapat dari belajar. Kita semua sama - sama belajar — dalam hal apapun — agar tahu tentang sesuatu. So, tidak perlu ada sebutan “lebih pintar”.

Kita tidak akan tahu ‘garam itu asin’, jika kita tidak mencobanya.

Saya & Anda adalah sama. Saya belajar kepada Anda, karena Anda tahu lebih dulu. Sebaliknya, jika saya lebih dulu tahu, mungkin Anda akan belajar kepada saya. Yah, hanya sekedar ‘puzzle’ kata - kata — sudah 30′15″ memikirkannya — yang tidak berarti apa - apa…

Dari kedua kasus bacaan di atas, “mana yang Anda sukai?” Mungkin rata - rata Narablog menyukai bacaan yang kedua, karena lebih legibility & readability (keterbacaan). Selanjutnya, pokok bahasan tulisan ini dibatasi hanya untuk membicarakan dua kasus tersebut.

Analisa Kasus

Dua kasus tulisan di atas sama - sama menggunakan keluarga font ‘Serif’ (font-family:Georgia,Serif;) & ukuran font sebesar 16 pixels (font-size:16px;). Panjang baris yang digunakan berkisar antara 52 – 78 karakter termasuk spasi, atau 2 – 3 alfabet yang disusun secara mendatar (1 alfabet=26 huruf). Selanjutnya, untuk mengerucutkan masalah dalam analisa, mungkin kita lebih menyoroti salah satu kasus. Yah, anggap saja kasus pertama merupakan problematika yang patut kita bicarakan.

Titik sensitif problematika yang terdapat pada kasus pertama, antara lain :

  • Pemilihan warna font yang kurang ‘matching’ dengan warna latar, sehingga tulisan pun kurang terbaca dengan jelas.

  • Gaya penulisan rata kanan & rata kiri (text-align:justify;), menyebabkan kurangnya “konsistensi kontrol” per kata. Hal tersebut dapat kita temui pada lebarnya ‘white space’ (ruang kosong), antara kata yang satu dengan kata berikutnya dalam setiap baris tulisan.

  • Jarak vertikal antar baris terlalu rapat, sehingga kita harus memicingkan mata untuk membaca tulisan tersebut.

  • Penggunaan tanda baca yang kurang tepat.

  • Judul kasus “Belajar” ditulis secara manual dengan huruf kapital.

Alternatif Pemecahan

Mudah - mudahan Narablog setuju bahwa salah satu alternatif pemecahan kasus pertama adalah pada kasus kedua. :)

Menurut Harry Roberts, “panjang baris yang ideal untuk legibility berkisar antara 2 – 3 alfabet, atau 52 – 78 karakter termasuk spasi ”. Sedangkan Oliver Reichenstein berpendapat, “panjang baris yang optimal adalah 10 – 15 kata, & untuk liquid layout dengan ukuran font 100%, maka dibutuhkan lebar kolom sebesar 50% (layar windows)”.

“Liquid layout merupakan tata letak yang berdasarkan persentase dari ukuran jendela browser.”

(Definition: Liquid Layout)

Pemilihan warna font (font-color) seharusnya kontras dengan warna latar (background). Background gelap; font-color cerah, begitu pula sebaliknya. Kemudian, gaya perataan tulisan sebaiknya menggunakan “rata kiri” (text-align:left;) untuk menjaga konsistensi per kata & jarak “ruang kosong” yang ideal dalam setiap baris.

Pengaturan jarak vertikal antar baris (ritme vertical) seharusnya menjadi salah satu titik penting untuk meningkatkan kenyamanan dalam membaca suatu tulisan. Hal ini dapat dilakukan dengan menambahkan atribut line-height, yang besarnya disesuaikan dengan ukuran font. Umumnya, pengaturan ini disertai pula dengan pengaturan jarak antar paragraf — paragraf 1, 2, 3,… — yang ber - atribut margin-bottom.

“If you have a 24px baseline, all your line-heights and margin-bottoms must be in multiples of 24. So a font-size of 16px would need a line-height of 1.5em and a margin-bottom of 24px.”

Harry Roberts1

Secara matematis, mungkin rekomendasi dari Harry Roberts dapat ditulis demikian: font-size:16px; = line-height:1.5em; + margin-bottom:24px;. Artinya font yang berukuran 16 pixels membutuhkan tinggi sebesar 1.5 ems & batas bawah antar paragraf sebesar 24 pixels. Perhatikan juga jarak antar huruf — jika masih kelihatan rapat — kita dapat menambahkan atribut letter-spacing secukupnya. Selain itu, Anda pun bisa menentukan sendiri, besaran (font-size, line-height, & margin) yang sesuai dengan karakter blog Anda.

Alangkah lebih baik, kalau kita selalu memperhatikan tanda baca dalam tulisan kita, sehingga “setiap orang” mampu memaknai tulisan — intonasi, jeda, & sebagainya — sesuai dengan pengamatannya sewaktu pembacaan. Mengenai tanda baca lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi sebuah artikel menarik, yang diberi title “Tanda Baca” oleh Ardianzzz.

Akhirnya kita sampai di penghujung alternatif, yakni huruf kapital yang ditulis secara manual. Jika kita ingin menulis kata atau beberapa kata dengan huruf kapital, sebaiknya menggunakan CSS untuk mengubahnya, contoh: {text-transform:uppercase;}. Hal ini tidak berlaku untuk kata - kata yang pada dasarnya memang ditulis dengan huruf kapital, seperti: RI, DPR, PBB, & lain - lain.

Itulah sedikit dari sekian banyak sentuhan magic — CSS & HTML — yang mungkin dapat lebih menata tulisan kita untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga pembaca mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Mungkinkah ini sebagian kecil dari “Tipografi”?

Sumber Tulisan

Berikut beberapa sumber bacaan yang mungkin dapat menambah wawasan & pengetahuan serta bahan koreksi, atas kesalah – tafsiran penulis dalam menerbitkan posting ini.

  1. Typography quick tips (Harry Roberts of CSS Wizardry)

  2. Quick Tips-A series of quick development tips (Harry Roberts of CSS Wizardry)

  3. Tipografi (Wikipedia)

  4. The 100% Easy – 2 – Read Standard (Information Architects)

  5. Five simple steps to better typography (Mark Boulton)

  6. Tipografi (Ardianzzz)

Description: Sentuhan Magis dalam Blog Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Sentuhan Magis dalam Blog

Serbuan ‘Line Break’ Tag

Line break merupakan sebuah tag HTML yang memaksa baris karakter atau kata diletakkan pada baris baru—biasanya ditulis dengan <br>. Dalam blogger, tidak jarang ditemukan posting blog yang menggunakan tag <br>—termasuk optimasi blog. Sekarang, coba perhatikan dua contoh posting di bawah ini :

<span class="awal">K</span>etika kita menulis suatu blog yang lumayan panjang, scroll halaman pun akan semakin lama.  Kadang yang membaca ingin pula buru-buru untuk menyelesaikan bacaannya, namun ada kalimat yang harus dipahami sebelumnya.  Kebetulan kalimat tersebut berada di paragrap pertama (atas).  Repot juga muter scroll mouse atau sekedar menggeser bar yang letaknya dikanan halaman browser.  Seandainya ada satu shortcut yang tersedia dalam blog, kemungkinan hal di atas bisa diminimalisasi.  Nah, itu yang namanya fasilitas "Back to Top" atau kembali ke atas.<br />

<br />
Bagaimana <i>trik blogger</i> untuk menambah fasilitas itu, OB? EGP (emang gue pikirin), mungkin itu jawaban ketus OB ketika ditanya pas sakit gigi atau sariawan 5 biji. Alhamdulillah, sekarang OB tidak sakit gigi <span class="amp">&</span> sariawan. Sebenarnya <b>trik blogger</b> membuat "Back to Top" ini merupakan rekomendasi dari mas Rudi (<a href="http://rudyazhar.com/">Blog Rudi Azhar</a>) yang merupakan salah satu admin <a href="http://optimasi-blog.blogspot.com/">optimasi blog</a>.<br />
<br />
<b>Cara I :</b><br />
<p>Beberapa bulan yang lalu, Blogger telah mengumumkan <a href="http://bloggerindraft.blogspot.com/2010/11/more-fonts-means-more-choice.html">beberapa font baru</a> untuk desainer template. Ya, beberapa bulan yang lalu itu hanya dapat diakses dari Draft Blogger. Kemarin, Blogger tidak hanya diluncurkan Font Web untuk SEMUA pengguna Blogger, tetapi juga mengumumkan bahwa mereka telah menambahkan 35 font tambahan untuk campuran, untuk total 77 grand font!</p>
<p>Siap untuk mendapatkan pengalaman dengan pilihan font baru?<br />
Cukup masuk ke tab Advanced Designer Template Blogger untuk blog Anda, pilih jenis teks yang ingin perubahan (Post Title, Judul Blog, dll) dan klik pada salah satu Font Web baru untuk pratinjau. Jangan khawatir, tidak akan ada perubahan di blog Anda sampai Anda memilih "Terapkan ke Blog", dan ini berarti Anda dapat bermain-main dengan semua font dan hanya beralih bila Anda siap.</p>

Kedua contoh di atas diambil dari blog ini—yah, hanya dengan membuka salah satu posting, kemudian tekan Ctrl + u secara bersamaan. Nah, berdasarkan kedua contoh tersebut menurut Anda “mana yang lebih baik?”

Saya tidak membahas tentang semantik & aksesibilitas atau apalah namanya, karena bukan ahli di bidang ilmu itu. Ruang lingkup hanya dibatasi pada kebiasaan dalam melakukan posting di blogger.

Timbulnya Line Break

Pertama, tag <br> akan muncul otomatis saat menekan tombol Enter (↵). Ketika kita ingin membuat baris baru, maka secara naluriah akan menekan 1× enter. Hal ini sebanding dengan saat kita ingin membuat paragrap baru, maka akan menekan 2× enter. That's right?

Ketiklah sebuah postingan, kemudian tekan tombol enter. Apa yang akan terjadi setelah itu? 
-- Enter --
Ternyata tercipta baris baru..

Hasil dari penulisan di atas, mungkin akan terlihat seperti di bawah ini :

Ketiklah sebuah postingan, kemudian tekan tombol enter.  Apa yang akan terjadi setelah itu? 
<br/>
Ternyata tercipta baris baru..

Kedua,—sudah tentu dimasukkan secara sengaja oleh penulis posting sendiri. :)

Minimalisasi Line Break

Biasanya, kita membuat posting dalam metode Compose. Cara ini merupakan cara yang mudah dan aman untuk membuat bentuk postingan sesuai dengan keinginan, tapi tidak dengan tag HTML-nya. So, membiasakan penggunaan metode Edit HTML dalam membuat suatu posting, mungkin lebih baik.

Terkadang kita menyandingkan, bahwa membiasakan dengan memaksa merupakan kata yang sama.

Manfaatnya—selain membuat tulisan di blog, kita juga sedikit belajar tentang penggunaan markup HTML—walaupun hanya sekedar menulis <p>, <br>, & </p>.

Waspada terhadap gerakan refleks untuk menekan tombol Enter (↵), “oops, tidak sengaja”. Bukankah lebih baik membiasakan sesuatu dengan hal-hal yang baik pula?

Tag HTML <p> merupakan awal penulisan yang tidak jelek dalam postingan. Biarkan <p> menguasai aliran kata demi kata sampai membentuk sebuah paragrap yang sempurna—jangan lupa mengakhirinya dengan </p>. Kemudian letakkan kembali <p> & susun kata-kata yang berhubungan dengan paragrap tersebut—akhiri lagi dengan tag </p>. It's beautiful!. Coba rasakan bedanya apabila kita menulis postingan—ketika sebuah paragrap selesai diketik, ditindaklanjuti dengan menekan enter sebanyak 2×. Disisi lain, atribut p dalam CSS template bukan sekedar pajangan, namun mungkin memiliki arti yang mendalam bagi si pembuatnya & bermanfaat bagi pemakainya.

Dengan demikian, sedikit–banyaknya kita telah berusaha meminimalisasi serbuan Line Break tag (<br>) dalam postingan di blog. Selain itu, setiap posting yang bagaimanapun atau seperti apapun mempunyai arti tertentu, selama pembacanya memperoleh manfaat dari posting tersebut. Posting yang memiliki arti mungkin akan lebih berarti, jika kita sedikit meluangkan waktu untuk memperhatikan markah yang terkandung di dalamnya. Kaidah-kaidah markup HTML yang sangat sedikit di atas, mungkin hanya ‘snack’ atau bahkan menohok ke ulu hati kita. It's your choice!.

Inspirasi Tulisan

Berikut ini beberapa artikel menarik yang mendorong penulis menerbitkan posting Serbuan ‘Line Break’ Tag.

Description: Serbuan ‘Line Break’ Tag Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Serbuan ‘Line Break’ Tag